Sabtu, 23 Februari 2019

6 Alasan Solskjaer Pantas Jadi Manajer Tetap Manchester United

6 Alasan Solskjaer Pantas Jadi Manajer Tetap Manchester United



Penderitaan fans Manchester United sejak awal musim ini sepertinya udah kelar ya, mancunian. Setelah Jose Mourinho digantikan Ole Gunnar Solskjaer di Desember tahun lalu. Sejauh ini, Manchester United baru sekali kalah, pada saat menghadapi PSG di Liga Champions

Solskjaer dianggap bisa membawa Manchester United balik lagi ke identitas asli mereka. Main menyerang dan ga gampang nyerah. Jadinya cukup banyak pendapat para ahli maupun warganet yang bilang kalau Manchester United sebaiknya langsung angkat Solskjaer jadi manajer tetap mereka


Pendapat-pendapat itu sepertinya memang pantas dikarenakan beberapa fakta yang bakal saya sampaikan ini akan memperkuat alasan kenapa Solskjaer pantas diangkat jadi manajer tetap Manchester United.

6 Alasan Solksjaer Harus Diangkat Jadi Manajer Tetap Manchester United


1. Membawa Manchester United Kembali ke Big Four


Man United pernah sukses pada saat ditangani pelatih seperti Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson. Bahkan untuk Ferguson, selama 27 tahun pengabdiannya di Stadion Old Trafford pelatih asal Skotlandia itu memberikan 13 trofi Liga Inggris. Akan tetapi, ketika Ferguson pergi pada pertengahan 2013, performa Manchester United merosot.
Mereka tak pernah lagi menjadi yang terbaik di Tanah Inggris, meski sempat ditangani pelatih sekaliber Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Akan tetapi, peruntungan Manchester United mengalami perubahan semenjak ditangan Solskjaer. Kok bisa?

Solskjaer sudah paham betul dengan budaya yang ada di tubuh Man United. Ia selalu menekankan kepada Paul Pogba dan kawan-kawan untuk menunjukkan rasa bangga dapat membela tim sebesar Man United. Benar saja, performa Pogba serta kolega langsung meningkat setelah mendapat arahan dari Solskjaer.

2. Lewatin Rekor Sir Matt Busby



Solskjaer ga butuh waktu lama untuk membuktikan diri sebagai Caretaker Manajer Manchester United. Hanya butuh delapan laga, yang semua hasilnya adalah kemenangan, membuat Solskjaer adalah manajer pertama yang meraih catatan tersebut. Catatan terbaik sebelumnya dipegang Sir Matt Busby, yang memenangi lima pertandingan pertama di tahun 1946 tentu bukan rekor yang mudah untuk dilewati.

3. Rekor di Premier League


Delapan pertandingan pertama Solskjaer di Premier League berakhir dengan raihan 22 angka. Jumlah tersebut menjadi rekor terbaik untuk seorang manajer baru sejak era Premier League diperkenalkan mulai musim 1992-93. Ketika menghadapi Tottenham Hotspur dan Chelsea, Solskjaer menginstruksikan para pemainnya untuk lebih banyak menunggu. Hasilnya pun positif, kesabaran yang mereka tunjukkan membuahkan hasil setelah Man United menang 1-0 atas Tottenham dan 2-0 kontra Chelsea. Hebatnya, dua kemenangan itu diraih di kandang lawan. Sudah sangat lama Man United tak pernah menang di kandang Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Chelsea dalam satu musim yang sama. Hal tersebut akhirnya bisa terulang saat Solskjaer menangani The Red Devils.


3. Terbukti Seorang Juara



Punya 10 gelar juara selama berseragam Manchester United, Solskjaer juga berhasil menjadi juara saat berstatus pelatih atau manajer. Solskjaer berhasil membawa Molde menjadi juara Liga Norwegia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka di tahun 2011 dan kembali juara di musim berikutnya. 



4. Mengingatkan Momen Indah Sir Alex Ferguson


Manchester United telah berulang kali berganti manajer setelah Sir Alex Ferguson pensiun di tahun 2013. Hampir enam tahun kemudian, Solskjaer lah yang sukses kembali membawa Man United meraih kemenangan di kandang Chelsea. Terakhir kali Man United menang di Stamford Bridge adalah Oktober 2012

Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, kembali menunjukkan pengaruhnya di direksi klub. Dia disebut berperan besar dalam keputusan MU mendatangkan Solskjaer sebagai manajer interim.  Fergie juga yang dikabarkan menjadi instrumen penting dalam pemecatan Mourinho. Setelah itu, dia ikut berperan memboyong Solskjaer dan Mike Phelan sebagai asisten pelatih.  Jika Solskjaer mampu terus menjaga laju positif Manchester United, peluangnya mendapat dukungan Ferguson sangat terbuka lebar. Apalagi, dia diketahui kerap berkomunikasi dengan Ferguson, bahkan saat menangani Molde. 



5. Catatan Kemenangan Lebih Baik dari Mourinho


Kemenangan melawan Chelsea di babak kelima Piala FA menjadi yang ke 11 dari 13 pertandingan yang sudah dijalani Solskjaer. Jumlah kemenangan tersebut sudah melampaui apa yang diraih Jose Mourinho di musim 2018-19, yakni 10 kemenangan dari 24 pertandingan. Wacana untuk menjadikan Solskjaer sebagai manajer permanen mulai mencuat, terutama dari fans. Solskjaer dianggap layak dipertimbangkan menjadi kandidat manajer tetap Manchester United.

Dia dinilai mampu menyuntikkan semangat baru dan meniupkan perubahan di skuat MU. Red Devils mampu tampil lebih agresif, selalu haus gol, serta mampu bertahan dengan baik.Di tangan Solskjaer, beberapa pemain juga menunjukkan perubahan positif, seperti Paul Pogba, Marcus Rashford, hingga Romelu Lukaku. 

6. Mengangkat Mentalitas Para Pemain


Kehadiran Solskjaer memberi dampak positif untuk beberapa pemain Man United. Sebut saja Anthony Martial, Victor Lindelof, Marcus Rashford dan Paul Pogba. Akan tetapi, pemain yang disebut terakhir menampilkan performa luar biasa di bawah arahan Solskjaer. Hanya dari sembilan pertandingan di Liga Inggris 2018-2019, Statistik Pogba melonjak positif di era Solskjaer. Dia membukukan delapan gol dan lima assist. Padahal ketika masih ditangani Jose Mourinho di awal musim, Pogba hanya mencetak tiga gol dan tiga assist dari 14 pertandingan. 
Salah satu instruksi yang dilontarkan Solskjaer adalah memberi tahu Marcus Rashford dan Anthony Martial untuk tak lagi menghabiskan energi untuk membantu pertahanan. Mereka diminta tampil lebih eksplosif di lini depan. Rashford kembali diplot menjadi penyerang tengah seperti yang disukainya. Golnya ke gawang Newcastle United menjadi bukti janji Solskjaer untuk membantunya jadi penyerang yang lebih baik.  Kedua pemain sepertinya dibatasi pergerakannya di bawah Mourinho, namun kini bisa beroperasi lebih ke depan di lapangan. 

Solskjaer berhasil mengangkat performa pemain karena bisa mempercayai penuh pemain-pemainnya.  Paul Pogba seperti terlahir kembali menjadi instrumen penting di Manchester United sejak kedatangan Solskjaer. 


Gimana para mancunian, 6 Alasan Solskjaer pantas Jadi Manajer Tetap Manchester United  yang uda di paparkan kira-kira buat  semakin yakin ga? Atau masih berharap sosok lain?

Penulis pemula yang mencoba memberi inspirasi

This Is The Newest Post